Tuesday, September 11, 2012

[BUKTI VIDEO & FOTO] Gempa Jogjakarta 2006: Akibat Bom Besar di Tengah Laut??



Masih ingatkah anda disaat gempa bumi yang melanda Yogyakarta 27 Mei 2006? Peristiwa gempa bumi tektonik yang kuat ini, telah mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik.
Gempa bumi tersebut berkekuatan 6,2 pada skala Richter dan menewaskan 2.998 orang dan mencederai ribuan korban lainnya.
Diberitakan bahwa gempa bumi tersebut adalah akibat bom sangat besar seperti bom hidrogen atau nuklir.  Benarkah demikian?
Dari semua konspirasi itu, tentu kita harus menerima dengan ikhlas dan tabah jika memang ini sudah ditakdirkan olehNya.  Namun bagaimana jika ternyata gempa tersebut disebabkan oleh ketidak sengajaan atau malah suatu kesengajaan?
Sebenarnya, berita mengenai percobaan nuklir ini yang akhirnya menyebabkan terjadinya  gempa Jogya tersebut sudah menyebar di dinternet secara dia-diam.
Namun semua media tampaknya takut menggubrisnya, atau mungkin juga dianggap terlalu mengada-ngada.
Tapi apakah mengada-ngada jika orang sekelas Presiden Venezuela mengakui bahwa gempa di Haiti juga disebabkan oleh percobaan bom hidrogen atau nuklir oleh negara super kuat?
Kondisi Candi Prambanan saat gempa Jogjakarta 2006
Mari kita simak kesaksian nelayan Australia yang tak mau disebutkan namanya ini dan kebetulan sedang berlayar dan berada dilautan wilayah selatan pulau Jawa, tepatnya setelah subuh pada pagi hari tanggal  27 Mei 2006 itu, di pagi hari itu jugalah terjadinya tsunami di Pantai selatan.
Setelah dua tahun bungkam akhirnya  nelayan Australia itu mengungkapkan rasa bersalahnya yang tak kunjung hilang dan  menghantuinnya dari hari ke hari.
Diceritakan, pagi itu cuaca cukup cerah ketika nelayan tersebut mendengar suara diatas langit hingga akhirnya menyaksikan sebuah pesawat melintas. Pesawat berbentuk aneh berwarna gelap tersebut menghiasi pagi itu, tapi sang nelayan tidak begitu memperdulikannya.
Presiden SBY melihat kondisi Candi Prambanan saat gempa Jogjakarta 2006
Namun tak lama kemudian, terlihat semburan api besar melambung ke angkasa menyerupai bom atom, namun ini terjadi di tengah laut dan seketika itu si nelayan kaget  terperanjat.
“Oh my God, I was very startled, his light like that dazzled”, ujarnya. (Ya Tuhan, saya sangat terkejut, cahayanya menyilaukan”)
Akhirnya sang nelayan  berhasil diwawancarai oleh media, berikut ini sedikit kutipan dari hasil wawancara via telepon:
“Oh My God, I don’t believe it, I only fell silent said nothing saw this incident and unintentionally immortalised this incident, but sorry from me because just now I revealed the very frightening mystery”,tambahnya.
(Ya Tuhan, saya tidak percaya, saya hanya terdiam dan diam saja melihat kejadian ini dan tidak sengaja mengabadikan kejadian ini, tapi maaf dari saya karena sekarang saya hanya mengungkapkan misteri yang sangat menakutkan”.)
Berikut foto hasil jepretan yang sempat diabadikan oleh nelayan tersebut:
“Oh My God, I was very startled, his light like that dazzled, I don’t believe it, I only fell silent said nothing saw this incident and unintentionally immortalised this incident, but sorry from me because just now I revealed the very frightening mystery”,
Pada saat yang sama, di pantai selatan pulau Jawa tepatnya di daerah Jogjakarta, seorang video amatir sekaligus turis lokal yang sedang berada di pantai Parang Tritis sempat merekam detik-detik awal sebelum terjadi gempa Jogjakarta 2006 tersebut.
Tampak dalam video, gelombang laut sempat naik ke daratan pantai saat detik-detik terakhir sebelum gempa Jogjakarta tahun 2006 terjadi. Hal itu membuat para turis lokal yang sedang menikmati matahari terbit di pagi hari dan sedang berada di tepi pantai Parang Tritis itu, panik berlarian ke arah daratan pantai yang lebih tinggi.
Gelombang laut sempat naikke daratan pantai di Parang Tritis dan membuat para pengunjung panik di saat detik-detik terakhir sebelum gempa Jogjakarta 2006 terjadi.
Tak berapa lama setelah terjadinya air laut yang sempat naik ke daratan tersebut, terjadilah gempa bumi pada pukul 05.55 WIB yang berkekuatan 6,2 pada skala Richter selama 57 detik di provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta yang menewaskan 2.998 orang dan mencederai ribuan korban lainnya.
Lanjutan pada video amatir itu, sang perekam kamera berlari panik sambil tetap merekam kearah pantai selatan pulau Jawa. Dan disaat itu pula terlihat gumpalan awan oranye merekah diatas langit jauh di tengah laut, diantara awan-awan lainnya yang terlihat berwarna alami, abu-abu putih.
Berikut beberapa gambar dari video amatir itu disaat warga dan wisatawan berhamburan dan berlarian panik disaat gempa sedng berlangsung. Pad waktu yang nyaris sama terlihat gumpalan awan bom yang berjarak ribuan kilometer dan terlihat berwarna oranye kemerahan ditengah laut . (Klik untuk memperbesar gambar)
       
Sedangkan berikut ini adalah bukti video amatir TANPA REKAYASA, tampak gumpalan awan oranye terlihat jauh ditengah laut, diantara awan-awan lainnya yang terlihat sebagai awan normal:
Detik-detik awal Gempa Yogyakarta 2006 di Parang Tritis, terlihat gumpalan awan merah oranye ditengah samudra
Dan sudah diketahui pula, bahwa tidak selalu bom seperti itu adalah bom nuklir. Tapi bom besar tersebut juga dapat dipicu akibat dari bom hidrogen bahkan bom napalm ukuran besar.
Oleh karenanya tak semua bom besar seperti nuklir akan mengeluarkan radiasi yang membahayakan, apalagi jika bom tersebut berjarak ribuan kilometer.
Mungkinkah gempa Jogjakarta pada tahun 2006 adalah suatu ketidaksengajaan akibat dari percobaan bom ditengah laut? Atau, mungkinkah memang hasil rekayasa? The truth still out there… (kaskus/kompasiana/berbagai sumber web dan forum/icc.wp.com)
Perbandingan kedua ledakan bom
Chrisye, Gempa Bumi Bantul Yogyakarta 2006
*****

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.